Sudah 20,32 juta investor membuka rekening saham di Indonesia per awal 2026 — naik 37% dari tahun sebelumnya. Ironisnya, sebagian besar dari mereka mengaku tidak tahu harus mulai dari aplikasi mana. Modal Rp100 ribu di tangan, niat sudah ada, tapi kandas di depan deretan nama sekuritas yang tidak familiar.
Pemdessumurgede.id merangkum lima aplikasi paling masuk akal untuk kondisi itu: bukan yang terbaik versi survei marketing, tapi yang benar-benar bisa dipakai pemula dengan modal kecil, sudah terdaftar dan diawasi OJK, dan tidak membuat bingung sejak hari pertama.
Yang sering tidak disebutkan — tidak semua aplikasi mewajibkan deposit awal besar. Beberapa bahkan bisa langsung transaksi tanpa setoran minimum sama sekali. Nah, inilah bedanya kalau sudah tahu dulu sebelum instal.
Kabar Baik untuk yang Belum Punya Modal Besar

Berapa Sih Modal Minimal Beli Saham di 2026?
Satuan terkecil pembelian saham di Bursa Efek Indonesia adalah 1 lot, setara 100 lembar. Harga per lembar saham sangat bervariasi — ada yang Rp50 per lembar, ada yang sudah menembus Rp10.000 lebih seperti saham BBCA. Artinya, 1 lot saham dengan harga Rp500 per lembar cukup dengan Rp50.000 saja.
Modal Rp100 ribu sudah lebih dari cukup untuk pembelian pertama. Yang justru sering menghambat bukan soal jumlah modal, tapi soal pilih aplikasi yang salah dari awal — lalu deposit ke RDN, kemudian bingung sendiri karena antarmukanya terlalu kompleks.
5 Aplikasi Saham Terdaftar OJK yang Bisa Dipakai Modal Rp100 Ribu
1. Ajaib — Proses KYC 5 Menit, Langsung Bisa Beli
Ajaib sering disebut sebagai aplikasi paling “milenial-friendly” — dan itu bukan sekadar klaim. Proses pembukaan rekening bisa selesai dalam satu sesi, mulai dari upload KTP sampai selfie verifikasi. Tidak ada minimum deposit untuk membuka akun, jadi tidak ada tekanan untuk segera isi saldo sebelum siap.
Fee beli 0,10% untuk transaksi di bawah Rp150 juta adalah yang paling kompetitif di antara lima pilihan dalam daftar ini. Untuk pemula yang masih beli-jual dalam nominal kecil, selisihnya terasa nyata di akhir bulan. Kekurangannya? Fitur analisis teknikalnya lebih cocok untuk investor santai — trader aktif yang butuh indikator lengkap mungkin akan merasa kurang.
2. IPOT — Tanpa Minimum Deposit, Fitur Auto-Trading Tersedia
IPOT adalah platform yang paling “dewasa” di daftar ini — dalam artian positif. Fitur auto-trading-nya memungkinkan pengguna mengatur instruksi beli/jual otomatis berdasarkan harga tertentu, tanpa harus memantau layar sepanjang hari. Untuk pemula yang mau belajar serius sejak awal, fitur ini jauh lebih edukatif daripada sekadar klik beli manual.
Fee-nya memang lebih tinggi dari Ajaib, tapi ada kompensasi yang jarang dibahas: IPOT mensubsidi pajak jual 50%. Jadi kalau dihitung total biaya transaksi bolak-balik, selisihnya tidak selebar yang terlihat di angka pertama. — dan ini yang sering bikin bingung kalau hanya bandingkan fee beli saja.
3. Stockbit Sekuritas — Investasi Sambil Diskusi Komunitas
Galang Wicaksono, yang sudah testing lebih dari 30 aplikasi finansial, mencatat satu hal menarik soal Stockbit: fitur komunitas di dalamnya bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, pemula bisa belajar dari diskusi ribuan investor lain secara real-time. Di sisi lain, terlalu banyak opini yang masuk bisa bikin ragu sebelum sempat mengeksekusi keputusan sendiri.
Soal data fundamental — inilah keunggulan Stockbit yang tidak dimiliki banyak kompetitornya secara gratis. Laporan keuangan emiten, rasio valuasi, hingga histori dividen tersedia tanpa perlu berlangganan. Untuk pemula yang mau belajar analisis fundamental dari awal, ini sangat membantu.
4. BIONS (BNI Sekuritas) — Ada Fitur Trial Trading Uang Virtual
BIONS punya keunggulan yang sering diabaikan artikel lain: fitur Trial Trading. Sebelum deposit uang asli, pengguna bisa berlatih beli dan jual saham menggunakan saldo virtual. Tidak ada risiko kehilangan uang, tapi sensasi transaksinya sama persis dengan kondisi pasar nyata.
Untuk yang benar-benar baru pertama kali — belum pernah tahu cara pasang order, belum paham bid-ask spread — ini adalah cara paling aman untuk belajar. Setelah nyaman, baru top up RDN dengan uang asli. Sederhana, tapi efektif.
5. Pluang — Multi-Aset dalam Satu Aplikasi, Cocok yang Mau Coba-Coba
Pluang adalah satu-satunya di daftar ini yang membiarkan pengguna berinvestasi ke lebih dari 2.000 produk sekaligus — saham IDX, saham AS, emas digital, kripto, reksa dana, semuanya dalam satu akun. Bagi pemula yang belum yakin mau fokus ke instrumen apa, ini bisa jadi tempat eksplorasi yang nyaman.
Tapi ada catatan yang perlu diperhatikan: promo fee 0% bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu. Galang mencatat, setelah uji coba langsung di April 2026, fitur Web Terminal dengan integrasi TradingView memang impressive — tapi justru itu yang bisa bikin pemula kewalahan di awal. Pilih mode sederhana dulu, baru naik ke fitur lanjutan.
Tabel Ringkasan Fee dan Minimum Deposit
Sebelum memutuskan, berikut perbandingan langsung kelima aplikasi dalam satu tampilan.
| Aplikasi | Fee Beli | Fee Jual | Min Deposit | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|---|
| Ajaib | 0,10% | 0,10% + PPh | Tidak ada | Fee beli terendah, KYC tercepat |
| IPOT | 0,19% | 0,29% (subsidi pajak 50%) | Tidak ada | Auto-trading, multi-aset BEI terlengkap |
| Stockbit | 0,15% | 0,25% | Rp100.000 | |
| BIONS | 0,15%–0,25%* | 0,25%–0,35%* | Rp100.000 | Trial Trading uang virtual, reputasi BUMN |
| Pluang | 0% (promo) | 0% (promo) | Tidak ada | Multi-aset 2.000+ produk, TradingView |
*Fee BIONS dapat berubah — verifikasi langsung di aplikasi atau situs resmi BNI Sekuritas sebelum transaksi.
Semua angka fee di atas belum termasuk biaya levy BEI/KPEI/KSEI sebesar 0,043% per transaksi dan PPh final 0,1% untuk setiap transaksi jual.
Yang Harus Dicek Sebelum Instal
Cek Status OJK Sebelum Top Up RDN
Semua aplikasi dalam daftar ini sudah terverifikasi terdaftar OJK per Mei 2026. Tapi kalau menemukan nama sekuritas lain di luar daftar ini — baik dari rekomendasi teman maupun iklan media sosial — ada satu langkah wajib: cek langsung di ojk.go.id bagian “Daftar Perusahaan Efek Berizin.”
OJK juga aktif menutup entitas ilegal di sektor keuangan lainnya. Per April 2026, Satgas PASTI telah menutup 951 pinjol ilegal hanya dalam satu kuartal — artinya modus penawaran investasi/trading ilegal tetap marak. Sekuritas palsu yang mengaku “terafiliasi OJK” pun tidak absen dari skema serupa.
Singkatnya: sebelum top up RDN ke manapun, cari dulu namanya di ojk.go.id. Proses pencarian tidak lebih dari dua menit.
Waspadai Kasus Pembobolan RDN yang Muncul di 2026
Ada kejadian yang perlu diketahui. Di 2026 telah terjadi kasus di mana investor kehilangan dana miliaran rupiah akibat transaksi tidak sah yang muncul di portofolio mereka tanpa sepengetahuan pemilik akun. Modusnya: pembobolan akses RDN lewat credential yang bocor, bukan kelemahan sistemik sekuritas itu sendiri.
Cara melindungi diri cukup sederhana: aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di semua aplikasi yang memiliki fitur itu, jangan simpan PIN atau password di aplikasi catatan biasa, dan jangan pernah login dari perangkat orang lain. Jika ada transaksi yang tidak dikenali di akun, hubungi call center sekuritas dan OJK 157 segera — jangan tunda.
Mana yang Paling Cocok untuk Kondisi Berbeda?
Tidak ada jawaban universal. Tapi ada pola yang cukup jelas:
Untuk yang benar-benar baru dan belum pernah sentuh saham sama sekali → BIONS adalah titik awal paling aman. Fitur Trial Trading memungkinkan belajar tanpa risiko finansial apapun.
Untuk yang mau langsung mulai tanpa kerumitan → Ajaib. KYC cepat, antarmuka bersih, tanpa minimum deposit, fee beli paling kompetitif.
Untuk yang ingin belajar dari komunitas dan data fundamental gratis → Stockbit. Tapi perlu disiplin untuk tidak ikut-ikutan opini forum sebelum riset mandiri.
Untuk yang mau belajar investasi serius dengan semua fitur lengkap sejak awal → IPOT. Butuh waktu adaptasi, tapi bayar balik dengan fitur auto-trading dan subsidi pajak jual.
Dan untuk yang belum yakin mau mulai dari instrumen apa — saham, emas, atau kripto → Pluang. Satu aplikasi untuk eksplorasi, tapi pastikan promo fee 0%-nya masih aktif saat daftar.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Harga saham, fee transaksi, dan ketentuan aplikasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing sekuritas. Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Konsultasikan keputusan investasi dengan penasihat keuangan yang terdaftar sebelum memulai.
Pilih satu aplikasi, buka akun, dan mulai dengan nominal yang tidak akan terasa berat kalau hilang — itu prinsip terbaik untuk semester pertama investasi. Pasar modal bukan perlombaan siapa yang paling banyak modal di awal, tapi siapa yang paling konsisten dalam jangka panjang.
Bagikan artikel ini ke teman yang masih bingung pilih aplikasi saham, atau kunjungi pemdessumurgede.id untuk informasi keuangan dan investasi terbaru lainnya yang relevan untuk kondisi Indonesia 2026.
FAQ
Galang Wicaksono, S.T adalah Editor Digital pemdessumurgede.id yang fokus pada liputan teknologi, aplikasi finansial, pinjol, dan gadget. Dengan latar belakang Teknik Informatika dan pengalaman menguji 30+ aplikasi secara independen, ia hadir untuk membantu pembaca membuat keputusan digital yang lebih cerdas.



